KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul ‘Membuat
Mesin Pencari Jarum’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami
dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak
lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu
kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih
kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung
maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Tentunya
ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah
ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu
yang berguna bagi kita bersama.
Semoga
karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang
lebih baik lagi.
Tim Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tumbuhan adalah organisma benda hidup
yang terkandung dalam alam Plantae. Biasanya, organisma yang menjalankan proses
fotosintesis
adalah diklasifikasikan sebagai tumbuhan. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari
untuk menjalani proses fotosintesis, memerlukan zat hara, dan air. Secara kelompok tumbuhan dibedakan menjadi
tumbuhan berbunga, tumbuhan tidak berbunga, tumbuhan berbuah dan tumbuhan tidak
berbuah. Contohnya seperti tanaman cabe, yaitu tanaman yang berbunga dan
berbuah.
Cabai (Capsicum annum var.
Longum) merupakan tanaman sayuran yang masuk dalam suku solanaceae.
Menurut berbagai keterangan cabai berasal dari peru yang masuk ke Indonesia d dibawa
oleh bangsa portugis. Pada awal tahun1500-an masehi. Tapi ada juga yang
menyebutnya dibawa oleh saudagar persia dalam perdagangan.
Cabi dibagi dalam 2 golongan utama, yaitu :
a. Cabai besar (Capsicum annum L)
b. Cabai Merah (hot Pepper /cabai pedas)
c. Cabai Hijau
d. Cabai Paprika (Sweet Pepper/ cabai manis)
Cabi dibagi dalam 2 golongan utama, yaitu :
a. Cabai besar (Capsicum annum L)
b. Cabai Merah (hot Pepper /cabai pedas)
c. Cabai Hijau
d. Cabai Paprika (Sweet Pepper/ cabai manis)
Dua golongan cabai tersebut
biasanya ada yang Hibrida dan ada yang non Hibrida. Tumbuhan cabai yang mulanya kecil tumbuh menjadi
besar seiring dengan berjalannya waktu dan perlakuan yang diperolehnya.
Pertumbuhan yang dialami oleh tumbuhan cabai tentunya dipengaruhi oleh beberapa
faktor. Salah satunya fotosintensis. Dalam hal ini adalah jumlah air.
Oleh karena itu kami memilih pengaruh jumlah air
terhadap pertumbuhan tanaman cabai sebagai objek penelitian kami.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian
latar belakang di atas, maka kami dapat menarik suatu rumusan masalah sebagai
berikut :
1. Adakah pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan cabe rawit jawa ?
Variabel bebas : pengaruh jumlah air
Varibel terikat : pertumbuhan cabe rawit jawa.
1.3 Tujuan penelitian
Penelitian
ini kami laksanakan dengan maksud dan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah air terhadap
pertumbuhan tanaman cabai rawit jawa.
1.4 Manfaat Penelitian
Kami dapat mengetahui
seberapa besar pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan cabe rawit jawa. Dan
kita juga dapat mengetahui dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan
oleh tumbuhan cabe rawit jawa.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran (massa,panjang) secara kuantitatif
yang dihasilkan dari pertambahan jumlah sel dan bersifat irreversible ( tidak
dapat kembali ).
Perkembangan adalah proses menuju kedewasaaan secara kualitatif terhadap pengembangan tubuh organisme.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan faktor Dalam
Perkembangan adalah proses menuju kedewasaaan secara kualitatif terhadap pengembangan tubuh organisme.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan faktor Dalam
1. Gen
Gen berfungsi
untuk mengontrol reaksi kimia didalam sel, seperti sintesis protein.
Pembentukan protein merupakan bagian dasar penyusun tubuh tunbuhan yang secara
langsung dikendalikan oleh gen secara langsung. Dengan kata lain, gen dapat
mengatur pola pertumbuhan melalui sifat yang diturunkan dan sintesis yang
dikendalikannya.
2. Hormon
Hormon
merupakan regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada satu
bagian tumbuhan.Hormon pada tumbuhan antara lain:
* Auksin
Auksin merupakan hormon tumbuhan yang
pertama kali ditemukan. Auksin disintesis di maristem apikal, misalnya ujung
batang (tunas), daun muda, dan kuncup bunga.
* Sitokinin
Sitokinin
adalah hormon yang bersama dengan auksin mempengaruhi pembelahan sel. Sitokinin
diperoleh dari ragi santan kelapa, ekstra buah apel, dari jaringan tumbuhan
yang aktif membelah. Sitokinin berpengaruh terhadap sintesis DNA dan mitosis.
* Giberelin
Giberelin
adalah suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai
parasit pada padi, yaitu jamur Gibberella
fujikuroi. Tumbuhan padi yang terserang jamur ini mengalami gejala
pemanjangan abnormal. Ternyata setelah diteliti giberelin mempengaruhi
pemanjangan batang, perkecambahan, dan pertumbuhan dan perkembangan pada akar,
daun, bunga, dan buah.
* Asam traumalin (hormon luka)
Tanaman mampu
memperbaiki kerusakan atau luka yang terjadi pada tubuhnya karena dipengaruhi
oleh horn luka.
* Kalin
hormon yang mempengaruhi pembentukan
organ.
* Asam Absisat
pengaruhnya,yaitu
menghambat pertumbuhan, menutup stomata selama kekurangan air, menunda
pertumbuhan. Disintesis pada daun, batang, buah, dan biji.
* Gas Etilen
pengaruhnya, yaitu mendorong pemasakan
buah, menyebabkan batang tumbuh menjadi tebal.Di produksi pada jaringan buah
masak, di ruas batang dan di daun tua
Faktor Luar :
a. Makanan
a. Makanan
Makanan merupakan sumber energi dan
sumber materi untuk menyintesis berbagai komponen sel.
Jika suatu tumbuhan kekurangan sebagian
nutrisinya maka akan mengalami defisiensi, yang akhirnya akan menyebabkan
pertumbuhan suatu tanaman terganaggu bahkan bila berkelanjutan akan menyebabkan
kematian.
b. Air
Air merupakan senyawa utama yang
diperlukan oleh tanaman. Air berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi
enzimatik, dan membantu perkecambahan biji. Tanpa air reaksi kimia dalam
sel tidak dapat berlangsung, akibatnya tanaman akan mati.
c c.
Suhu
Keberadaan suhu ini erat kaitannya
dengan kerja enzim.Jika suhu terlalu tinggi atau bahkan terlalu rendah enzim
akan rusak.
d. Kelembapan
Kondisi lembab menyebabkan banyak air yang
yang diserap dan lebih sedikit air yang dilembabkan oleh tanaman.Kondisi
tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel.
e. Cahaya
Tumbuhan membutuhkan cahaya,namun pada
umumnya cahaya dapat menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat
menguraikan hormon auksin.Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama 10 hari
pada tanaman cabe rawit,tanaman yang disimpan ditempat yang gelap pertumbuhan
tingginya lebih cepat di bandingkan dengan tanaman yang disimpan ditempat yang
gelap.
2.2 Hipotesis
Jika jumlah air berlebihan
dapat menyebabkan pertumbuhan cabe rawit jawa mati. Begitu juga sebaliknya,
jika jumlah air sedikit dapat menyebabkan pertumbuhan cabe rawit jawa mati.
VARIABEL
:
Variabel manipulasi /
bebas :
Gelas A = Diperlakukan dengan penyiraman air
sebanyak 3 sendok
Geas B =
Diperlakukan dengan penyiraman air sebanyak 5 sendok
Gelas C = Diperlakukan dengan penyiraman air sebanyak
8 sendok
Gelas D = Diperlakukan dengan penyiraman air
sebanyak 10 sendok
Variabel respon /
terikat:
Pertumbuhan tinggi
tanaman cabe rawit jawa.
Variabel control :
Kecepatan
pertumbuhan tanaman cabe rawit jawa.
BAB
III METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
a. Waktu
:
28 oktober
sampai 18 November 2012
b.
Tempat :
penelitian
dilakukan di rumah Lisa
3.2 Alat
dan Bahan
a. Alat
: 1. Gelas plastik
2.
Sekop kecil
3.
Sendok plastik
4.
Ember Kecil
5.
Kamera
6.
Penggaris
b. Bahan
: 1. Tanah
2.
Biji Cabe Rawit Jawa
3.
Air
3.3 Langkah – langkah pelaksanaan penelitian
1.
Siapkan 12 gelas plastik
2.
Masukan tanah ke dalam gelas plastik sampai setengah gelas.
3.
Beri label pada gelas plastic
No 1 = 3 sendok air
2 =
5 sendok air
3 =
8 sendok air
4 =
10 sendok air
4. Semaikan benih cabe rawit Jawa yang sudah dikeringkan ke
masing-masing gelas. Lubangi semua gelas.
5. Sirami tanaman dengan jumlah air sesuai dengan yang tertera di
label, 2 kali dalam 1 minggu.
6. Sekali seminggu, ukurlah tinggi
tanaman dan amati bentuk fisik tanamannya.
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi data hasil penelitian (dalam satuan cm)
Minggu/Gelas
|
3.1
|
3.2
|
3.3
|
5.1
|
5.2
|
5.3
|
8.1
|
8.2
|
8.3
|
10,
1
|
10,2
|
10,3
|
Minggu
1
|
0,9
|
0,5
|
0
|
2,5
|
2,3
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Minggu
2
|
3,7
|
4,85
|
3,3
|
3,2
|
3,9
|
4,77
|
3,5
|
3,15
|
4,3
|
2,75
|
1
|
0
|
Minggu
3
|
4,4
|
5,9
|
5,7
|
5
|
4,5
|
5,2
|
5,3
|
5,5
|
5,6
|
4,8
|
4,4
|
3,8
|
4.2 Pembahasan
Berdasarkan
data yang diperoleh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh jumlah
air terhadap pertumbuhan tanaman
cabai rawit Jawa.
Jika jumlah air
terlalu banyak maka pertumbuhan tanaman cabai rawit cenderung lebih lambat,
seperti pada tanaman gelas 10 yang pada minggu 1 dan 2 belum tumbuh sama
sekali. Tetapi jika jumlah air terlalu sedikit maka ukurannya jauh lebih kecil
dibandingkan dengan yang lainnya, seperti pada tanaman gelas 3 yang selisih
tinggi dari waktu ke waktu cenderung kecil, batang lebih kecil dan kurus, serta
warnanya yang hijau pucat.
Untuk tanaman gelas nomor 5 dan 8, dikatakan sesuai dalam jumlah air, karena pertumbuhan tanaman yang optimal, seperti ukuran tanaman tinggi, jumlah daun banyak dan warnanya hijau terang, dan batang yang gemuk. Tetapi, tanaman gelas nomor 8 pertumbuhannya lebih cepat dan lebih bervariasi dibandingkan tanaman nomor 5.
BAB
V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari penelitian diatas,
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan tanaman
cabai Jawa. Jika jumlah air terlalu banyak, akan membuat pertumbuhan tanaman terganggu.
Sebaliknya, jika jumlah air terlalu sedikit, maka pertumbuhan tanaman juga
terganggu, yaitu ukurannya yang terlalu kecil dan kurang subur.
5.2 Saran
Jika ingin melakukan
percobaan ini, diharapkan mencari tempat
yang aman, cukup matahari, dan terhindar dari hujan, karena air hujan dapat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman seiring dengan berubahnya kadar air pada
tanaman.
No comments:
Post a Comment