Sunday, February 23, 2014

Contoh Laporan Penelitian

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul ‘Membuat Mesin Pencari Jarum’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.

Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Semoga karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.

Tim Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang Masalah


Tumbuhan adalah organisma benda hidup yang terkandung dalam alam Plantae. Biasanya, organisma yang menjalankan proses fotosintesis adalah diklasifikasikan sebagai tumbuhan. Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk menjalani proses fotosintesis, memerlukan zat hara, dan air.  Secara kelompok tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan berbunga, tumbuhan tidak berbunga, tumbuhan berbuah dan tumbuhan tidak berbuah. Contohnya seperti tanaman cabe, yaitu tanaman yang berbunga dan berbuah.

Cabai (Capsicum annum var. Longum) merupakan  tanaman sayuran yang masuk dalam suku solanaceae. Menurut berbagai keterangan cabai berasal dari peru yang masuk ke Indonesia d dibawa oleh bangsa portugis. Pada awal tahun1500-an  masehi. Tapi ada juga yang menyebutnya dibawa oleh saudagar persia dalam perdagangan.
Cabi dibagi dalam 2 golongan utama, yaitu :
    a. Cabai besar (Capsicum annum L)
    b. Cabai Merah (hot Pepper /cabai pedas)
    c. Cabai Hijau
    d. Cabai Paprika (Sweet Pepper/ cabai manis)

Dua golongan cabai tersebut  biasanya ada yang Hibrida  dan ada yang non Hibrida. Tumbuhan cabai yang mulanya kecil tumbuh menjadi besar seiring dengan berjalannya waktu dan perlakuan yang diperolehnya. Pertumbuhan yang dialami oleh tumbuhan cabai tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya fotosintensis. Dalam hal ini adalah jumlah air.

Oleh karena itu kami memilih pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan tanaman cabai sebagai objek penelitian kami.

1.2     Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka kami dapat menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :

1.      Adakah pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan cabe rawit jawa ?

Variabel bebas : pengaruh jumlah air
Varibel terikat : pertumbuhan cabe rawit jawa.

1.3  Tujuan penelitian

Penelitian ini kami laksanakan dengan maksud dan tujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit jawa.

1.4  Manfaat Penelitian


Kami dapat mengetahui seberapa besar pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan cabe rawit jawa. Dan kita juga dapat mengetahui dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan oleh tumbuhan cabe rawit jawa.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Kajian Teori
          Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran (massa,panjang) secara kuantitatif yang dihasilkan dari pertambahan jumlah sel dan bersifat irreversible ( tidak dapat kembali ).
Perkembangan adalah proses menuju kedewasaaan secara kualitatif terhadap pengembangan tubuh organisme.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan
faktor Dalam
    
    1. Gen
Gen berfungsi untuk mengontrol reaksi kimia didalam sel, seperti sintesis protein. Pembentukan protein merupakan bagian dasar penyusun tubuh tunbuhan yang secara langsung dikendalikan oleh gen secara langsung. Dengan kata lain, gen dapat mengatur pola pertumbuhan melalui sifat yang diturunkan dan sintesis yang dikendalikannya. 
    2. Hormon
Hormon merupakan regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada satu bagian tumbuhan.Hormon pada tumbuhan antara lain:
                 * Auksin
      Auksin merupakan hormon tumbuhan yang pertama kali ditemukan. Auksin disintesis di maristem apikal, misalnya ujung batang (tunas), daun muda, dan kuncup bunga.
      * Sitokinin
Sitokinin adalah hormon yang bersama dengan auksin mempengaruhi pembelahan sel. Sitokinin diperoleh dari ragi santan kelapa, ekstra buah apel, dari jaringan tumbuhan yang aktif membelah. Sitokinin berpengaruh terhadap sintesis DNA dan mitosis. 
      * Giberelin
                Giberelin adalah suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai parasit pada padi, yaitu jamur Gibberella fujikuroi. Tumbuhan padi yang terserang jamur ini mengalami gejala pemanjangan abnormal. Ternyata setelah diteliti giberelin mempengaruhi pemanjangan batang, perkecambahan, dan pertumbuhan dan perkembangan pada akar, daun, bunga, dan buah.
                         * Asam traumalin (hormon luka)
Tanaman mampu memperbaiki kerusakan atau luka yang terjadi pada tubuhnya karena dipengaruhi oleh horn luka.
                         * Kalin
hormon yang mempengaruhi pembentukan organ.
                         * Asam Absisat
pengaruhnya,yaitu menghambat pertumbuhan, menutup stomata selama kekurangan air, menunda pertumbuhan. Disintesis pada daun,  batang, buah, dan biji.
                         * Gas Etilen
pengaruhnya, yaitu mendorong pemasakan buah, menyebabkan batang tumbuh menjadi tebal.Di produksi pada jaringan buah masak, di ruas batang dan di daun tua

      Faktor Luar :
a.      Makanan
Makanan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk menyintesis berbagai komponen sel.
Jika suatu tumbuhan kekurangan sebagian nutrisinya maka akan mengalami defisiensi, yang akhirnya akan menyebabkan pertumbuhan suatu tanaman terganaggu bahkan bila berkelanjutan akan menyebabkan kematian.

b.      Air
Air merupakan senyawa utama yang diperlukan oleh tanaman. Air berfungsi untuk fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzimatik, dan membantu perkecambahan  biji. Tanpa air reaksi kimia dalam sel tidak dapat berlangsung, akibatnya tanaman akan mati.
  
c     c.     Suhu
Keberadaan suhu ini erat kaitannya dengan kerja enzim.Jika suhu terlalu tinggi atau bahkan terlalu rendah enzim akan rusak.

        d.    Kelembapan
Kondisi  lembab menyebabkan banyak air yang yang diserap dan lebih sedikit air yang dilembabkan oleh tanaman.Kondisi tersebut mendukung aktivitas pemanjangan sel-sel.

       e.      Cahaya
Tumbuhan membutuhkan cahaya,namun pada umumnya cahaya dapat menghambat pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat menguraikan hormon auksin.Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama 10 hari pada tanaman cabe rawit,tanaman yang disimpan ditempat yang gelap pertumbuhan tingginya lebih cepat di bandingkan dengan tanaman yang disimpan ditempat yang gelap.

2.2  Hipotesis
Jika jumlah air berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan cabe rawit jawa mati. Begitu juga sebaliknya, jika jumlah air sedikit dapat menyebabkan pertumbuhan cabe rawit jawa  mati.

VARIABEL :

Variabel manipulasi / bebas :
Gelas A           = Diperlakukan dengan penyiraman air sebanyak 3 sendok
Geas  B           = Diperlakukan dengan penyiraman air sebanyak 5 sendok
Gelas C           = Diperlakukan dengan penyiraman air sebanyak 8 sendok
Gelas D           = Diperlakukan dengan penyiraman air sebanyak 10 sendok


Variabel respon / terikat:
Pertumbuhan tinggi tanaman cabe rawit jawa.

Variabel control :
Kecepatan pertumbuhan tanaman cabe rawit jawa.


BAB III  METODE PENELITIAN  

3.1  Waktu dan Tempat Penelitian


a.         Waktu :
            28 oktober sampai 18 November 2012
b.         Tempat :
            penelitian dilakukan di rumah Lisa
3.2       Alat dan Bahan
a.         Alat :   1. Gelas plastik
                                    2. Sekop kecil
                                    3. Sendok plastik
                                    4. Ember Kecil
                                    5. Kamera
                                    6. Penggaris
b.         Bahan :            1. Tanah
                                    2. Biji Cabe Rawit Jawa
                                    3. Air

3.3 Langkah – langkah pelaksanaan penelitian

          1. Siapkan 12 gelas plastik
            2. Masukan tanah ke dalam gelas plastik sampai setengah gelas.
            3. Beri label pada gelas plastic
                No 1            = 3 sendok air
                         2         = 5 sendok air
                         3         = 8 sendok air
                         4         = 10 sendok air
4. Semaikan benih cabe rawit Jawa yang sudah dikeringkan ke masing-masing gelas.          Lubangi semua gelas.
5. Sirami tanaman dengan jumlah air sesuai dengan yang tertera di label, 2 kali dalam         1 minggu.
            6. Sekali seminggu, ukurlah tinggi tanaman dan amati bentuk fisik   tanamannya.
BAB IV  DATA DAN PEMBAHASAN  

4.1 Deskripsi data hasil penelitian (dalam satuan cm)


Minggu/Gelas
3.1
3.2
3.3
5.1
5.2
5.3
8.1
8.2
8.3
10, 1
10,2
10,3
Minggu 1
0,9
0,5
0
2,5
2,3
0
0
0
0
0
0
0
Minggu 2
3,7
4,85
3,3
3,2
3,9
4,77
3,5
3,15
4,3
2,75
1
0
Minggu 3
4,4
5,9
5,7
5
4,5
5,2
5,3
5,5
5,6
4,8
4,4
3,8

4.2 Pembahasan

            Berdasarkan data yang diperoleh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit Jawa.
            Jika jumlah air terlalu banyak maka pertumbuhan tanaman cabai rawit cenderung lebih lambat, seperti pada tanaman gelas 10 yang pada minggu 1 dan 2 belum tumbuh sama sekali. Tetapi jika jumlah air terlalu sedikit maka ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang lainnya, seperti pada tanaman gelas 3 yang selisih tinggi dari waktu ke waktu cenderung kecil, batang lebih kecil dan kurus, serta warnanya yang hijau pucat.

            Untuk tanaman gelas nomor 5 dan 8, dikatakan sesuai dalam jumlah air, karena pertumbuhan tanaman yang optimal, seperti ukuran tanaman tinggi, jumlah daun banyak dan warnanya hijau terang, dan batang yang gemuk. Tetapi, tanaman gelas nomor 8 pertumbuhannya lebih cepat dan lebih bervariasi dibandingkan tanaman nomor 5. 


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 

5.1 Kesimpulan
            Dari penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh jumlah air terhadap pertumbuhan tanaman cabai Jawa. Jika jumlah air terlalu banyak, akan membuat pertumbuhan tanaman terganggu. Sebaliknya, jika jumlah air terlalu sedikit, maka pertumbuhan tanaman juga terganggu, yaitu ukurannya yang terlalu kecil dan kurang subur.

5.2 Saran
                Jika ingin melakukan percobaan ini, diharapkan mencari  tempat yang aman, cukup matahari, dan terhindar dari hujan, karena air hujan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman seiring dengan berubahnya kadar air pada tanaman.

No comments: