Showing posts with label FISIKA. Show all posts
Showing posts with label FISIKA. Show all posts

Sunday, February 23, 2014

MOMENTUM DAN IMPULS


KATA  PENGANTAR
Segala puji bagi TuhanYang Maha Esa sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu IMPULS DAN MOMENTUM yang kami sajikan berdasarkan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang IMPULS DAN MOMENTUM dan Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca..
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

 Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
Peningkatan suatu pendidikan adalah suatu tugas dan tanggung jawab semua yang dilakukan.Teruma dalam pendidikan. Untuk itu saya menulis makalah ini untuk menjelaskan dari impuls dan momentum dan energy, usaha dan daya yang tidak mudah untuk dipahami oleh setiap individu.

Sebelum kita mengetahui latar belakang pembahasan impuls dan momentum maka terlebih dahulu kita pahami apa yang dimaksud dengan Impuls dan momentum,contoh momentum dan impuls.

Jadi dalam makalah ini ada pembahasan yang bersangkutan dengan penjelasan impuls dan momentum.

DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
BAB I             Pendahuluan................................................................................................ 1
a.       Latar Belakang ........................................................................................  1
b.      Tujuan dan kegunaan makalah................................................................. 1
BAB II            PEMBAHASAN .........................................................................................  3
a.       Pengertian impuls dan momentum........................................................... 3
b.      Jenis jenis tumbukan................................................................................ 4
BAB III          Pembahasan dan Penyelesaian................................................................... 5
a.       Pembahasan momentum dan impuls........................................................ 5
b.      Penyelesaian momentum dan impuls....................................................... 6
BAB IV          Penutup......................................................................................................... 8
a.       Kesimpulan .............................................................................................  8
b.      Saran........................................................................................................ 9
Daftar Pustaka..................................................................................................................... 10

BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Momentum Dan Impuls
Setiap benda yang bergerak mempunyai momentum. Momentum adalah hasil kali antara massa dan kecepatan. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:
P = m . v
P = momentum (kg.m/s)
m = massa (kg)
v = kecepatan (m/s)

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui peristiwa seperti bola ditendang,  bola tenis dipukul. Pada peristiwa itu, gaya yang bekerja pada benda hanya sesaat saja, inilah yang disebut
sebagai impuls. Secara matamatis dapat dituliskan sebagai berikut:
I = F . ∆t
I = impuls (N.s)
F = gaya (N)
∆t = selang waktu (s)

Impuls sebagai perubahan Momentum
Suatu benda yang bermassa m bekerja gaya F yang konstan, maka setelah waktu ∆t benda tersebut bergerak dengan kecepatan :
Vt = Vo + α . ∆t

Menurut Hukum II Newton:
F = m . a
m.vt = momentum benda pada saat kecepatan vt
m.v0 = momentum benda pada saat kecepatan vo

Kesimpulan:
Momentum ialah : Hasil kali massa sebuah benda dengan kecepatan. Momentum merupakan besaran vektor yang arahnya searah dengan kecepatannya. Satuan dari mementum adalah kg m/s atau gram cm/s
Impuls adalah : Hasil kali gaya dengan waktu yang ditempuhnya. Impuls merupakan Besaran vektor yang arahnya searah dengan arah gayanya. Perubahan momentum adalah akibat adanya impuls dan nilainya sama dengan impuls.

Macam tumbukan yaitu:
1. Tumbukan elastis sempurna, yaitu tumbukan yang tak mengalami perubahan energi. Koefisien restitusi e = 1, berlaku hukum kekekalan momentum dan hukum kekekalan energy mekanik (kerena pada kedudukan/posisi sama, maka yang diperhitungkan hanya energi kinetiknya)

2. Tumbukan elastis sebagian, yaitu tumbukan yang tidak berlakuhukum kekekalan energi mekanik sebab ada sebagian energy yang diubah dalam bentuk lain, misalnya panas. Koefisien
restitusi 0 < e < 1.

3. Tumbukan tidak elastis , yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan bergerak bersama-sama. Koefisien
restitusi e = 0, Energi yang hilang setelah tumbukan dirumuskan:
Ehilang = Eksebelum tumbukan - ∑Eksesudah tumbukan
Ehilang = { ½ mA vA
2 + ½ mB vB 2} – { ½ mA (vA’)2 + ½ mB (vB’)2}

Tumbukan yang terjadi jika bola dijatuhkan dari ketinggian h meter dari atas lanmtai. Kecepatan bola waktu menumbuk lantai dapat dicari dengan persamaan :
vA = 2gh
Kecepatan lantai sebelum dan sesudah tumbukan adalah 0.
vB = vB’ = 0

BAB III
PEMBAHASAN DAN PENYELESAIAN

1.      Sebuah truk bermassa 3 ton bergerak dengan kecepatan tetap 20 m/s.
Berapakah momentum yang dimilikinya?
2.      Sebuah bola dipukul dengan gaya sebesar 45 N, jika gaya itu bekerja pada bola hanya dalam waktu 0.1 s. Berapakah besarnya impuls pada bola tersebut?
3.      Apa yang dimaksud dengan momentum dan satuannya ?
4.      Apa yang dimaksud dengan impuls dan satuannya ?
5.      Sebutkan macam – macam tumbukan dan penjelasannya!
6.      Sebuah bola golf mula-mula diam, kemudian dipukul hingga kecepatanya menjadi 8 m/s. Jika massa bola 150 gram dan lamanya waktu stick bersentuhan dengan bola 0,02 s. Berpakah besarnya gaya yang mendorong bola tersebut?
7.      Sebuah peluru massa 5 gram ditembakkan dari senapan dengan
kecepatan 200 m/s, jika massa senapan 4 kg. Berapakah laju senapan?
8.      Dua orang nelayan massanya sama 60 kg berada di atas perahu yang sedang melaju dengan kecepatan 5 m/s,  karena mengantuk seoramg nelayan yang ada diburitan terjatuh, jika massa perahu 180 kg. Berapakah kecepatan perahu sekarang?
9.      Dua bola dengan massa identik mendekati titik asal koordinat; yang
satu sepanjang sumbu +y dengan kecepatan 2 m/s dan yang kedua sepanjang sumbu –x dengan kecepatan 3 m/s. Setelah tumbukan satu bola bergerak keluar sepanjang sumbu +x dengan kecepatan 1,20 m/s. Berapakah komponen-komponen kecepatan dari bola lainnya?
10.  Sebuah batu 2 kg bergerak dengan kecepatan 6 m/s. Hitunglah gaya
F yang dapat menghentikan batu itu dalam waktu 7.10-4 detik.

Penyelesaian :
1.      Dengan menggunkan persamaan maka kita mendapatkan
besarnya momentum truk tersebut sebesar P = m . v = 30.000 kg . 20
m/s = 600.000 kg m/s

2.      Dengan menggunakan persamaan maka kita dapatkan besarnya impuls dalam persoalan ini yaitu sebesar:
I = F. t = 45 N.0,1s  =  4,5 Ns

3.       Momentum adalah Hasil kali sebuah benda dengan kecepatan benda itu pada suatu saat yang merupakan besaran vector yang arahnya searah dengan Kecepatannya.
 Satuan dari mementum adalah kg m/det atau gram cm/det

4.      Hasil kali gaya dengan waktu yang ditempuhnya. Impuls merupakan Besaran vector yang arahnya se arah dengan arah gayanya.

5.      Macam – macam tumbukan :
A. Tumbukan elastis sempurna, yaitu tumbukan yang tak mengalami perubahan  energi.
B. Tumbukan elastis sebagian, yaitu tumbukan yang tidak berlakuhukum kekekalan  energi mekanik sebab ada sebagian energy yang diubah dalam bentuk lain.
C. Tumbukan tidak elastis , yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan bergerak bersama-sama.

7.  Mula-mula peluru dan senapan diam, jadi:  vs = vp = 0  sehingga,
ms vs + mp vp = ms vs’ + mp vs’ 0 = 4. vs’+ 0,005 kg.200 m/s
vs’= -0,25 m/s
Kecepatan senapan pada saat peluru ditembakan 0,25 m/s, tanda (-) menyatakan arahnya kebelakang/tertolak.

8. Momentum mula-mula (perahu dan nelayan):
P1 = (2mo + mp).vp = (2.60 kg + 180 kg).5 m/s = 1500 kg.m/s
Momentum setelah seorang nelayan terjatuh:
P2 = (mo + mp).v’p = (60 kg + 180 kg). v’p = 240 kg. v’p
Sehingga menurut hukum kekekalan mementum, maka P1 = P2.
1500 kg.m/s = 240 kg. v’p
v’p = 6,25 m/s

9. Pada tumbukan berlaku kekekalan momentum sehingga :
a.     Pada sumbu x berlaku: m1v1x + m2v2x = m1v1x’ + m2v2x’ m(3) + 0 = m (1,2) + mv2x’ v2x’ = 1,8 m/s
b.    Pada sumbu y berlaku: m1v1y + m2v2y = m1v1y’ + m2v2y’0 + m (-2) = 0 + mv2y’ v2y’ = -2 m/s
Jadi, bola kedua bergerak dengan kecepatan 1,8 m/s pada sumbu-x
dan -2,0 m/s pada sumbu-y.

10. Impuls = F.t = m (v – vo)
     F. (7.10-4) = 2 (0 – 6) ; jadi F = - 1,71.104 Newton.


BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan :
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha . Energi ada bermacam – macam yaitu energy potensial, kinetic dan mekanik. Salah satu dari itu memiliki cntohnya masing – masing.

SARAN :
Sebaiknya makalah ini digunakan sebaik – baik nya untuk menambah ilmu anda tentang impuls dan momentum.

ENERGI, USAHA DAN DAYA

KATA  PENGANTAR

 Segala puji bagi TuhanYang Maha Esa sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu ENERGI, USAHA DAN DAYA yang kami sajikan berdasarkan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

 Makalah ini memuat tentang ENERGI, USAHA DAN DAYA . Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca..
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.


Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN
Peningkatan suatu pendidikan adalah suatu tugas dan tanggung jawab semua yang dilakukan.Teruma dalam pendidikan. Untuk itu saya menulis makalah ini untuk menjelaskan dari energy, usaha dan daya yang tidak mudah untuk dipahami oleh setiap individu.

Sebelum kita mengetahui latar belakang pembahasan energy, usaha dan daya maka terlebih dahulu kita pahami apa yang dimaksud dengan energi, usaha dan daya ,contoh dari energy, usaha dan daya.

Jadi dalam makalah ini ada pembahasan yang bersangkutan dengan penjelasan energy, usaha dan daya.

DAFTAR ISI
Halaman Judul....................................................................................................................... i
Kata Pengantar ..................................................................................................................... ii
BAB I             Pendahuluan................................................................................................ 1
a.       Latar Belakang ........................................................................................  1
b.      Tujuan dan kegunaan makalah................................................................. 1
BAB II            PEMBAHASAN .........................................................................................  3
a.       Pengertian usaha...................................................................................... 3
b.      Pengertian energy dan jenisnya............................................................... 6
c.       Pengertian daya....................................................................................... 10
BAB III          Pembahasan dan Penyelesaian................................................................... 11
a.       Pembahasan energy usaha dan daya........................................................ 11
b.      Penyelesaian energy usaha dan daya....................................................... 13
BAB IV          Penutup......................................................................................................... 15
a.       Kesimpulan ............................................................................................. 15
b.      Saran........................................................................................................ 15


BAB II
PMBAHASAN
ENERGI, USAHA, DAN DAYA
Sepeda motor memerlukan bahan bakar bensin untuk dapat bergerak di jalan. Setelah mesin dihidupkan gaya mesin mendorong sepeda motor bergerak. Selama berpindah tempat dikatakan sepeda motor melakukan usaha. Usaha sepeda motor adalah perubahan energi kinetik yang dilakukan sepeda motor.
Busur yang terentang mengandung energi potensial. Ketika anak panah dilepaskan, energi potensial tersebut berubah menjadi energi kinetik yang dipakai anak panah untuk bergerak. Hukum kekekalan energi mekanik dipenuhi oleh anak panah selama bergerak. Energi dan usaha adalah besaran yang belum terukur waktunya. Daya sudah menyertakan kuantitas waktu karena daya adalah energi tiap satuan waktu.
Matahari sebagai sumber energi utama sangat dibutuhkan bagi segala kehidupan di bumi. Energi matahari dapat ditangkap secara langsung oleh solar sel. Aliran konveksi udara dapat menyebabkan angin yang dapat memutarkan kincir angin. Energi putaran kincir dapat dimanfaatkan untuk memutar mesin-mesin penggilingan atau bahkan turbin pembangkit listrik. Di Indonesia yang kaya akan gunung api dapat memanfaatkan energi panas bumi (geotermal) yang melimpah untuk mencukupi kebutuhan energinya.
A. Usaha
Perhatikanlah gambar orang yang sedang menarik balok sejaruh d meter! Orang tersebut dikatakan telah melakukan kerja atau usaha. Namun perhatikan pula orang yang mendorong dinding tembok dengan sekuat tenaga. Orang yang mendorong dinding tembok dikatakan tidak melakukan usaha atau kerja. Meskipun orang tersebut mengeluarkan gaya tekan yang sangat besar, namun karena tidak terdapat perpindahan kedudukan dari tembok, maka orang tersebut dikatakan tidak melakukan kerja.
Usaha akan bernilai bila ada perpindahan
Kata kerja memiliki berbagai arti dalam bahasa sehari-hari, namun dalam fisika kata kerja diberi arti yang spesifik untuk mendeskripsikan apa yang dihasilkan gaya ketika gaya itu bekerja pada suatu benda. Kata ’kerja’ dalam fisika disamakan dengan kata usaha. Kerja atau Usaha secara spesifik dapat juga didefinisikan sebagai hasil kali besar perpindahan dengan komponen gaya yang sejajar dengan perpindahan.
Jika suatu gaya F menyebabkan perpindahan sejauh s, maka gaya F melakukan usaha sebesar W, yaitu
W = SF . s
W = usaha (joule)
F = gaya yang sejajar dengan perpindahan (N)
s = perpindahan (m)
Jika suatu benda melakukan perpindahan sejajar bidang horisontal, namun gaya yang diberikan membentuk sudut  terhadap perpindahan, maka besar usaha yang dikerjakan pada benda adalah 
W = F . cos a . s

B. Energi
Energi merupakan salah satu konsep yang penting dalam sains. Meski energi tidak dapat diberikan sebagai suatu definisi umum yang sederhana dalam beberapa kata saja, namun secara tradisional, energi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Untuk sementara suatu pengertian kuantitas energi yang setara dengan massa suatu benda kita abaikan terlebih dahulu, karena pada bab ini, hanya akan dibicarakan energi dalam cakupan mekanika klasik dalam sistem diskrit.
Cobalah kalian sebutkan beberapa jenis energi yang kamu kenal ! Apakah energi-energi yang kalian kenal bersifat kekal, artinya ia tetap ada namun dapat berubah wujud ? Jelaskanlah salah satu bentuk energi yang kalian kenali dalam melakukan suatu usaha atau gerak!
Beberapa energi yang akan dibahas dalam bab ini adalah sebagai berikut.
1. Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang berkaitan dengan kedudukan suatu benda terhadap suatu titik acuan. Dengan demikian, titik acuan akan menjadi tolok ukur penentuan ketinggian suatu benda.
Energi potensial dinyatakan dalam persamaan:
Ep = m . g . h
Ep = energi potensial (joule)
m = massa (joule)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = ketinggian terhadap titik acuan (m)
Persamaan energi seperti di atas lebih tepat dikatakan sebagai energi potensial gravitasi. Di samping energi potensial gravitasi, juga terdapat energi potensial pegas yang mempunyai persamaan:
Ep = ½ . k. x2 atau Ep = ½ . F . x
Ep = energi potensial pegas (joule)
k = konstanta pegas (N/m)
x = pertambahan panjang (m)                      F = gaya yang bekerja pada pegas (N)
Mobil mainan memanfaatkan energi pegas diubah menjadi energi kinetic.
Di samping energi potensial pegas, juga dikenal energi potensial gravitasi Newton, yang berlaku untuk semua benda angkasa di jagad raya, yang dirumuskan:
Ep = – G M.m / r2
Ep = energi potensial gravitasi Newton (joule) selalu bernilai negatif. Hal ini menunjukkan bahwa untuk memindahkan suatu benda dari suatu posisi tertentu ke posisi lain yang jaraknya lebih jauh dari pusat planet diperlukan sejumlah energi (joule).
M = massa planet (kg)
m = massa benda (kg)
r = jarak benda ke pusat planet (m)
G = tetapan gravitasi universal = 6,672 x 10-11 N.m2/kg2
2. Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi yang berkaitan dengan gerakan suatu benda. Jadi, setiap benda yang bergerak, dikatakan memiliki energi kinetik. Meski gerak suatu benda dapat dilihat sebagai suatu sikap relatif, namun penentuan kerangka acuan dari gerak harus tetap dilakukan untuk menentukan gerak itu sendiri. Persamaan energi kinetik adalah :
Ek = ½ m v2
Ek = energi kinetik (joule)
m = massa benda (kg)
v = kecepatan gerak suatu benda (m/s)
Energi kimia dari bahan bakar diubah menjadi energi kinetik oleh mobil.

3. Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi total yang dimiliki benda, sehingga energi mekanik dapat dinyatakan dalam sebuah persamaan:
Em = Ep + Ek
Energi mekanik sebagai energi total dari suatu benda bersifat kekal, tidak dapat dimusnahkan, namun dapat berubah wujud, sehingga berlakulah hukum kekekalan energi yang dirumuskan:

Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2
Mengingat suatu kerja atau usaha dapat terjadi manakala adanya sejumlah energi, maka perlu diketahui, bahwa berbagai bentuk perubahan energi berikut akan menghasilkan sejumlah usaha, yaitu:
W = F . s
W = m g (h1 – h2)
W = Ep1 – Ep2
W = ½ m v22 – ½ m v12
W = ½ F x
W = ½ k x2
Keterangan :
W = usaha (joule)
F = gaya (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (umumnya 10 m/s2 untuk di bumi, sedang untuk di planet
lain dinyatakan dalam persamaan g = G M/r2)
h1 = ketinggian awal (m)
h2 = ketinggian akhir (m)
v1 = kecepatan awal (m)
v2 = kecepatan akhir (m)
k = konstanta pegas (N/m)
x = pertambahan panjang (m)
Ep1 = energi potensial awal (joule)
Ep2 = energi potensial akhir (joule)
Dengan mengkombinasi persamaan-persamaan di atas, maka dapat ditentukan berbagai nilai yang berkaitan dengan energi. Di samping itu perlu pula dicatat tentang percobaan James Prescott Joule, yang menyatakan kesetaraan kalor – mekanik. Dari percobaannya Joule menemukan hubungan antara satuan SI joule dan kalori, yaitu :
1 kalori = 4,185 joule atau
1 joule = 0,24 kalor
C. Kaitan Antara Energi dan Usaha
Teorema usaha-energi apabila dalam sistem hanya berlaku energi kinetik saja dapat ditentukan sebagai berikut.
W = F . s
W = m a.s
W = ½ m.2as
Karena v22 = v21 + 2as dan 2as = v22 – v21 maka
W = ½ m (v22 – v21)
W = ½ m v22 – ½ m v21
W =  Ep
Untuk berbagai kasus dengan beberapa gaya dapat ditentukan resultan gaya sebagai berikut.
Pada bidang datar
- fk . s
=
½ m (Vt2 – Vo2)
F cos  – fk . s = ½ m (Vt2 – Vo2)
  • Pada bidang miring

- w sin  – fk . s =
½ m (Vt2 – Vo2)

(F cos  – w sin  – fk) . s = ½ m (Vt2 – Vo2)
D. Daya
Daya adalah kemampuan untuk mengubah suatu bentuk energi menjadi suatu bentuk energi lain. Sebagai contoh, jika terdapat sebuah lampu 100 watt yang efisiensinya 100 %, maka tiap detik lampu tersebut akan mengubah 100 joule energi listrik yang memasuki lampu menjadi 100 joule energi cahaya. Semakin besar daya suatu alat, maka semakin besar kemampuan alat itu mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lain.


BAB III
PEMBAHASAN DAN PENYELESAIAN
SOAL :
1) Sebuah balok bermassa 1 kg di atas lantai licin. Jika gaya mendatar 2 N digunakan untuk menarik balok, maka tentukan usaha yang dilakukan agar balok berpindah sejauh 3 m!
2) Sebuah balok bermassa 5 kg di atas lantai licin ditarik gaya 4 N membentuk sudut 60° terhadap bidang horisontal. Jika balok berpindah sejauh 2 m, maka tentukan usaha yang dilakukan!
3) Sebuah benda diberi gaya dari 3 N hingga 8 N dalam 5 sekon. Jika benda mengalami perpindahan dari kedudukan 2 m hingga 10 m, seperti pada grafik, maka tentukan usaha yang dilakukan.
4) Buah kelapa bermassa 2 kg berada pada ketinggian 8 m. Tentukan energi potensial yang dimilikibuah kelapa terhadap permukaan bumi!
5)  Sebuah sepeda dan penumpangnya bermassa 100 kg. Jika kecepatan sepeda dan penumpannya 72 km/jam, tentukan energio kinetik yang dilakukan pemiliki sepeda!
6)  Sebuah pegas dengan konstanta pegas 200 N/m diberi gaya sehingga meregang sejauh 10 cm. Tentukan energi potensial pegas yang dialami pegas tersebut!
7)  Apa yang dimaksud dengan energi ?
8)  Apa yang dimaksud dengan usaha ?
9)  Apa yang dimaksud dengan daya ?
10)  Berikan contoh energi?
11) berikan contoh usaha ?
12) berikan contoh daya ?
13) sebutkan macam – macam energy?
14) contoh energy potensial ?
15) contoh energy kinetic ?

PENYELESAIAN :
1.      W = F . s  = 2 . 3
W = 6 joule

2.      W = F . s . cos a = 4 . 2 . cos 60°
W = 4 joule

3.      Usaha = luas trapesium
Usaha = jumlah garis sejajar x ½ . tinggi
Usaha = ( 3 + 8 ) x ½ . ( 10 – 2 )
Usaha = 44 joule

4.      Ep = m . g . h = 2 . 10 . 8
Ep = 160 N
5.      Ek = ½ . m . v2 ( v = 72 km/jam = 72 x 1000 m / 3600s)
Ek = ½ . 100 . 202
Ek = 20.000 joule

6.      Ep = ½ . k . Dx2 = ½ . 200 . 0,12
Ep = ½ joule

7.      sebagai suatu kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja.
8.      sebagai hasil kali besar perpindahan dengan komponen gaya yang sejajar dengan perpindahan.
9.      Daya adalah kemampuan untuk mengubah suatu bentuk energi menjadi suatu bentuk energi lain.
10.  Orang yang sedang memanah menghasilkan sebuah energy yaitu energy potensial.
11.  Sepeda motor memerlukan bahan bakar bensin untuk dapat bergerak di jalan. Setelah mesin dihidupkan gaya mesin mendorong sepeda motor bergerak. Selama berpindah tempat dikatakan sepeda motor melakukan usaha.
12.  jika terdapat sebuah lampu 100 watt yang efisiensinya 100 %, maka tiap detik lampu tersebut akan mengubah 100 joule energi listrik yang memasuki lampu menjadi 100 joule energi cahaya. Semakin besar daya suatu alat, maka semakin besar kemampuan alat itu mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lain.
13.  Energy potensial, energy kinetic dan energy mekanik.
14.  Busur yang terentang mengandung energi potensial. Ketika anak panah dilepaskan, energi potensial tersebut berubah menjadi energi kinetik yang dipakai anak panah untuk bergerak
15.  Mobil mainan memanfaatkan energi pegas diubah menjadi energi kinetic.


BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN :

1. Usaha adalah hasil kali resultan gaya dengan perpindahan.
2. Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda bergerak, dirumuskan sebagai berikut:
3. Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya.
4. Energi mekanik adalah jumlah energi potensial dan energi mekanik.
5. Usaha pada arah mendatar sama dengan perubahan energi kinetik
6. Usaha pada arah vertikal sama dengan perubahan energi potensial
7. Hukum Kekekalan Energi Mekanik
8. Daya adalah energi tiap satuan waktu
SARAN :
Sebaiknya makalah ini digunakan sebaik – baik nya untuk menambah ilmu anda tentang energy, usaha dan daya.